HUBUNGAN ANTARA KEDUA MATERI:
1. Isi Link Kedua (Blog: Materi Bahasa Indonesia Kelas IX SMP PJJ – Januari 2026)
Link ini berisi materi lengkap Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 9 SMP. Materi ini mencakup topik-topik berikut secara mendalam, lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, contoh, kesalahan umum, dan kesimpulan:
- Majas Pleonasme → Majas yang menggunakan kata berlebih/berulang untuk penegasan (contoh: "turun ke bawah", "naik ke atas").
- Kalimat Efektif → Kalimat yang jelas, ringkas, tidak boros kata, tidak ambigu, sesuai kaidah (contoh perbaikan: menghindari "macam-macam" yang berlebihan).
- Kata Sapaan → Kata untuk menyapa sesuai konteks (formal: Bapak/Ibu; santai: Bro/Sis; umum: Halo).
- Macam-macam Kata Ganti → Kata pengganti benda/orang agar teks lebih variatif dan kohesif:
- Kata ganti orang (saya, kamu, dia, mereka)
- Kata ganti penunjuk (ini, itu)
- Kata ganti penghubung (yang)
- Kata ganti tak tentu (seseorang, sesuatu)
- Kata ganti tanya (siapa, apa)
- Kata ganti kepemilikan (-ku, -mu, -nya)
- Makna Kata → Berbagai jenis makna:
- Denotatif (makna asli/netral)
- Konotatif (makna kiasan/emosional)
- Leksikal, gramatikal, asosiatif, dll.
Tujuannya: Membantu siswa memahami dan menerapkan kaidah bahasa Indonesia yang baik dalam komunikasi sehari-hari maupun tulisan.
2. Isi Link Pertama: https://www.facebook.com/share/r/1JKpVY3C4b/)
Video tersebut kemungkinan besar membahas kesalahan fatal dalam penggunaan kalimat atau bahasa lisan, khususnya pada bagian akhir/penutup kalimat atau pidato. Topik yang paling cocok dan relevan adalah:
- Kalimat yang tidak efektif (boros kata, pleonasme, atau redundan), terutama pada kalimat ke-7 yang disebut "sangat fatal" → ini menunjukkan contoh kesalahan umum seperti penambahan kata berlebih yang membuat kalimat kurang efektif atau terdengar bertele-tele.
- Bisa juga terkait penggunaan kata ganti atau makna kata yang salah jika konteksnya lebih luas, tapi dari penekanan "kalimat ke-7 atau terakhir yaitu sangat fatal", ini sangat mengarah ke kalimat efektif dan majas pleonasme (karena pleonasme sering membuat kalimat terasa "fatal" atau kurang profesional, terutama dalam konteks MC/moderator).
Reel ini biasanya berformat:
- Penjelasan singkat + contoh buruk vs baik.
- Teks overlay untuk menyoroti kesalahan.
- Suara narasi ringan + backsound santai (seperti suara air mancur yang disebut).
- Ditutup dengan pesan "semoga bermanfaat".
Hubungan Utama Antara Kedua Link
Kedua konten ini saling melengkapi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 SMP PJJ Januari 2026:
- Blog → Sumber materi utama/teori lengkap. Memberikan penjelasan mendalam, definisi, banyak contoh, dan latihan.
- Reel Facebook → Ringkasan visual + praktis dari salah satu topik di blog, khususnya Kalimat Efektif dan/atau Majas Pleonasme.
Reel ini berfungsi sebagai:
- Penguatan cepat (untuk siswa yang bosan baca teks panjang).
- Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari (misalnya saat berpidato, MC, atau chatting).
- Penekanan pada kesalahan "fatal" yang sering terjadi, sesuai contoh di blog seperti menghindari kata berulang/redundan.
Contoh hubungan spesifik:
- Di blog ada contoh kalimat tidak efektif: "Ada banyak macam-macam makanan..." → Reel mungkin menunjukkan kalimat serupa sebagai "kalimat ke-7 yang fatal" karena pleonasme ("banyak macam-macam" = berlebihan).
- Tujuannya sama: Membuat siswa bisa menyusun kalimat yang efektif, ringkas, dan sopan sesuai kaidah.
Jadi, secara singkat: Blog = pelajaran lengkap (teori + detail). Reel = video pendek pengingat/praktik dari topik utama blog (paling mungkin Kalimat Efektif + Pleonasme).





